Home » » manfaat AYAT 1000 DINAR

manfaat AYAT 1000 DINAR

Written By Riki Oke on Kamis, 10 Mei 2012 | 10.59

Suatu ketika saya membaca artikel tentang keampuhan ayat 1000 dinar dalam mengatasi problem yang sulit di blog bapak Nurhana Tirtaamijaya. Beliau menceritakan pengalamannya mengunakan ayat tersebut untuk mengatasi problem pelik yang dihadapinya. Beliau membaca ayat 1000 dinar sebanyak 1000 kali sehari dengan cara setiap selesai sholat wajib 5 waktu beliau membaca 200 kali, hingga jumlahnya jadi 1000 kali. Beliau melaksanakan wirid tersebut selama satu tahun hingga masalah yang dihadapinya selesai dengan baik. .
Saya tidak pernah mendengar istilah ayat 1000 dinar dalam Al Qur’an maupun Hadist. Setelah saya membaca ayat yang ditulis beliau sebagai berikut :
…Wamayyataqillaha yajj’allahuu makhrojaa (2) Wayarzuqhu min haitsu laa yahtasib, wamayyatawakal alallahi fahuwa hasbuhuu. Innallaha baalighul amrih. Qod ja’alallahu likulli syai’ain qodroo.
…Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. (2) Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.(3)
AYAT 1000 DINAR DAN TERJEMAHANNYA
Saya baru mengerti rupanya yang dimaksud adalah surat At Thalaq ayat 2 dan 3. . Allah menjelaskan bahwa bagi orang yang bertaqwa dan bertawakal Allah akan memberikan 3 hadiah padanya :
  1. Diberi jalan keluar dari setiap kesulitan atau problem yang dihadapinya
  2. Diberi rezeki dari tempat yang tidak diduga
  3. Dicukupkan semua kebutuhannya
Silih berganti problem dan masalah berlalu dalam hidup kita, kadang kala kita menemui masalah yang pelik dan rumit. Kita tidak menemukan jalan keluar dari masalah tersebut. Masalahnya jadi berlarut larut dan menimbulkan perasaan tertekan dan stress berkepanjangan . Demikian pelik masalah yang dihadapi . Timbul berbagai pertanyaan dalam hati, kapan masalah ini berakhir, apakah mungkin masalah ini bisa diselesaikan,apakah Tuhan mau menolong kita, mengapa Tuhan tidak menolong kita….dan lain sebagainya. Hal seperti itu digambarkan dalam Al Qur’an ayat 214:
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ( Al Baqarah 214)
Bersama Allah tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan , orang yang bertaqwa dan bertawakkal padaNya pasti akan mendapat pertolongan dari Nya.
Banyak kisah tentang orang yang mendapat pertolongan dan jalan keluar dari masalahnya dari tempat yang tidak diduga. Seorang teman Anto menceritakan pengalamannya. Satu ketika istrinya yang sedang hamil tua mengeluh merasa bahwa saat melahirkan putranya sudah hampir tiba. Perut istrinya terasa mulai mulas , dipanggilah seorang bidan untuk membantu persalinan istrinya.
Setelah memeriksa istrinya bidan itu mengatakan bahwa posisi bayi dalam kandungannya nyungsang. Istrinya harus dibawa kerumah sakit , kemungkinan istrinya harus menjalani operasi . Ia terkejut dari mana ia akan mendapatkan uang untuk biaya operasi istri nya, untuk hidup sehari hari saja sudah sulit. Bagaimana harus menyediakan uang sampai jutaan rupiah untuk biaya operasi . Ia betul betul bingung.
Saat itu sudah masuk waktu asar , ia pergi ke musholah untuk mengerjakan sholat asar. Selesai sholat ia berdo’a dengan khusu’ mohon diberi jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Ia memohon sambil bercucuran air mata . Ia kembali kerumah dengan wajah tertunduk , sepanjang jalan ia terus berdo’a mohon pertolongan agar istrinya dapat melahirkan dengan mudah. Sampai dirumah ia terkejut mendengar suara tangis bayi dirumahnya. Ternyata istrinya telah melahirkan dengan selamat.
Ketika mengerjakan ibadah haji tahun 1995 , teman satu kloter seorang pegawai bank Bumi Daya dikawasan Mangga Besar menceritakan, bahwa pembantu rumah tangganya sudah lebih dahulu pergi haji tahun lalu. Ia menceritakan pada satu ketika pembantunya itu menyampaikan niatnya untuk pergi haji, namun ia bingung , bagaimana mungkin pekerjaannya hanya sebagai pembantu rumah tangga. Seumur hidup ia mengumpulkan uang rasanya tidak akan cukup untuk biaya pergi haji. Teman tadi menghibur pembantunya dan mengatakan bahwa bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin , ia menyarankan pembantunya untuk mengerjakan sholat malam dan berdo’a agar bisa mengerjakan ibadah haji.
Beberapa tahun berlalu , hingga pada satu ketika ia mengatakan pada majikannya : “Alhamdulillah pak berkat saran bapak mengerjakan sholat malam sekarang saya sudah punya uang cukup untuk pergi haji. Insya Allah tahun ini saya bisa berangkat” Majikannya heran dan bertanya :” Darimana kamu bisa dapat uang untuk biaya haji? “
Pembantunya menceritakan bahwa rumahnya yang di Serang Banten sejak beberpa lama dihuni burung wallet . Hingga beberapa waktu yang lalu ada orang yang berminat membeli rumahnya itu. Rumah tersebut dijualnya seharga 38 juta rupiah , sedang ongkos haji ketika itu hanya 7 juta rupiah. Uang itu ia belikan rumahy yang lain dan sisanya ia gunakan untuk ongkos pergi haji. Demikianlah jika Allah berkehendak menolong hambaNya , Ia akan mendatangkan rezeki dari tempat yang tidak pernah diduga.
Banyak sekali kisah kisah sekitar orang yang mendapat pertolongan Allah dari tempat yang tidak pernah disangka. Namun kita sendiri tatkala menghadapi masalah yang rumit dan pelik kadang kala ragu akan pertolongan Allah tersebut. Yang ada hanya keluh kesah. Hingga kita terus menerus dalam keadaan tertekan, yang pada gilirannya dapat menimbulkan penyakit fisik yang bermacam macam.
Penyakit fisik yang muncul akibat masalah kejiwaan atau stress dikenal dengan sebutan psikhosomatik. Penyakit seperti ini paling banyak menghinggapi manusia dewasa ini. Apa lagi bangsa kita pada akhir akhir ini selalu didera musibah yang bertubi tubi. Banjir bandang , tanah longsor, gelombang tsunami, kebakaran, pemutusan hubungan kerja, kenaikan harga barang pokok seperti minyak goreng, minyak tanah, BBM dan lain sebagainya. Pengeluaran selalu lebih besar dari pemasukan. Semua kejadian yang menimpa kita adalah peringatan dari Allah agar kita kembali padaNya. Insya Allah jika kita istiqomah dalam beribadah dan mohon pertolongan padaNya , Dia pasti memberi jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi

1 komentar:

  1. Assalamualaikum, terima kasih atas artikel ny,, masih baca2 buat dipahami dan sekalian dihafal untuk diamalkan,
    Wassalam.

    BalasHapus