Home » » "Bangun Malam" untuk Hidup Tentram

"Bangun Malam" untuk Hidup Tentram

Written By Riki Oke on Senin, 25 Juni 2012 | 08.47

Posting kali ini, insya Allah akan bermanfaat bagi diri saya dan bagi para pembaca.... *kalo ada yg baca. 


Entah kenapa saya mencoba menjadi anak baik akhir-akhir ini, walaupun gak bisa-bisa. saya ingin menemukan jati diri yang tentram, damai, stabil dan tenang. Maka dari itu, saya menjelajah ke sana ke mari, menuruni gunung, melewati lembah. sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman bertualang 
#opening ninja hatori


kemudian saya bertanya ke sebagian orang, bagaimana menjadi orang yang tentram dan tenang.. Saya pun mendapat jawaban yang berbeda-beda, ada yang mengatakan "santai aja, jalani hidup apa adanya", trus ada juga yang bilang "cara orang untuk menjadi tenang itu berbeda-beda", dan banyak lagi....


Karena saya belum mendapatkan jawaban yang di inginkan, saya jadi terluntang lantung dalam kekecewaan *lebay... Untuk mengusir jauh-jauh kekecewaan tersebut, saya pun bermain game di komp. , internetan dan mencari blog teman.
Entah kenapa saya mengklik salah satu blog yang saya tidak kenali, yaitu didalamislam.blogspot.com   saya baca postingan nya satu persatu. Dan ada salah satu judul yang menarik untuk saya jamahi, judulnya adalah  "rahsia disebalik kebaikan tahajjud". dan setelah membaca sedemikian rupa, akhirnya sampai juga pada bagian "terapi tahajjud melalui satu kajian sains".





makin penasaran lah saya untuk membaca dan mendalami artikel ini. Saya pun banyak mendapatkan pelajaran dalam artikel ini. Shalat tahajjud dengan baik dan benar,  selain memberikan manfaat pada tubuh akibat gerakannya, juga memberikan manfaat kepada hari akhir nanti dan lain-lain...
Setelah itu, artikel ini berlanjut kepada pembahasan tentang "shalat tahajjud dengan ikhlas". Dan ternyata ikhlas itu bisa di amati secara kedokteran .... * SUBHANALLAH
berikut ini adalah cuplikannya : 

"Selama ini kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental dan penjiwaan. Namun sebetulnya soal ini dapat di buktikan dengan teknologi kedoktoran. Ikhlas yang selama ini di pandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui pengukuran tahap hormon kortisol. Parameternya dapat di ukur dengan keadaan tubuh, terang Prof Soleh.
Pada keadaan normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya adalah antara 38-690 nml/liter. 

Sedangkan pada malam hari atau pada selepas jam 12.00 malam, bacaan normalnya adalah antara 69-345nml/liter. “Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, maka boleh dianggap bahawa orang itu tidak ikhlas kerana tertekan. Begitulah sebaliknya”. Ujarnya seraya menegaskan hasil kajiannya ini, menafikan paradigma lama yang menganggap pelajaran agama islam semata-mata hanya dogma atau doktrin sahaja.

Prof Soleh membuat kajiannya melalui satu penelitian terhadap 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Persantren Hidayatullah, Surabaya . 

Daripada 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan melakukan solat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah di uji lagi, tingal 19 siswa yang bertahan solat tahajjud selama 2 bulan. Solat di mulai pukul 2.00-3.30 pagi sebanyak 11 rakaat, masing-masing 2 rakaat 4 kali salam dan tiga rakaat witir.

Selanjutnya, hormon kortisol mereka di ukur di tiga laboratium di Surabaya (paramita, Prodia dan klinika). Hasilnya mendapati bahawa keadaan tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeza jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. 

Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajjud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menghadapi masalah-masalah yang di hadapi dengan stabil dan tenang. "


Setelah membaca "itu",  saya survei ke beberapa teman melalui sms, walaupun gak dibales semua...
dan jawabannya adalah memang benar. tahajud bisa bikin tenang..

Dan akhirnya saya menemukan jawaban dari pertanyaan dalam diri saya. dan saya pun meng intropeksi diri sendiri. sering kah saya shalat tahajud ? sering kah saya ikhlas saat melakukan shalat dan hal lainnya ?...

mungkin banyak ketidak ikhlasan saya dalam berbuat sesuatu, terbelenggu dalam keterpaksaan yang sangat mengganggu...  dan itu lah yang membuat hati gak tenang, risau dan gundah gulana...

maka dari itu, untuk membuktikan artikel ini benar atau tidak, 
cobalah ikhlas dan bangun malam, INSYA ALLAH  hati kalian menjadi tentram..

0 komentar:

Poskan Komentar