Home » » agama islam sebagai agama penutup

agama islam sebagai agama penutup

Written By Riki Oke on Senin, 04 Maret 2013 | 10.27

Awal abad 21, banyak yang gemas pada agama Islam. Fokus seluruh dunia, yang pada masa lalu berkutat di wilayah pribadi masing-masing, dengan permasalahan kolonialisme, penaklukan, perang, komunisme, dan liberalisme, kini terpaksa menyusun bangku dan menyaksikan agama Islam.
Dalam masa menonton agama Islam itu, segala tendensi atau emosi bisa dilahirkan. Tiba-tiba cinta, tiba-tiba memahami, tiba-tiba simpati, atau tiba-tiba membenci dan phobia, ini dikarenakan pengaruh Islam melalui ajarannya yang begitu langsung mengena di hati. Menusuk mereka yang mencoba lari. Sehingga orang yang berurusan dengan Islam hanya tersedia dua pilihan, menolak dengan tanpa mungkin menghindar atau mengakui dan berserah diri.
Dari mereka yang mencoba memahami agama Islam dalam-dalam, ternyata agama Islam merupakan perwujudan rasa persahabatan antara Tuhan dan Hamba-Nya. Hal itu tercermin dalam bagaimana Islam disampaikan.
Isi dalam Qur’an berisikan kritik, jalan keluar, kisah-kisah masa lalu, pengetahuan tentang kosmologi, yang semua berkaitan dengan manusia dan bukan Tuhan secara ekplisit. Karena dalam Alquran Tuhan digambarkan dengan perantaraan majas dan perumpamaan, sehingga Tuhan dalam Islam begitu misterius.
Dari Aukai Collins tentara bayaran yang menjadi Muslim, sampai dengan Jeffrey Lang seorang Matematikawan jenius, menemukan sisi misterius agama Islam yang berbeda dengan Agama yang lain. Sisi misteriusnya menjanjikan pencarian tanpa henti kepada wujud Tuhan. Tapi pemberhentian terakhir dalam hal agama untuk manusia.
Agama Islam mengatur segalanya, dari cara orang memperlakukan toilet, sampai dengan berhubungan seks, maka tidak heran agama Islam begitu dogmatis, begitu lengkap, dan begitu menakjubkan bagi mereka yang senang meremehkan keberadaan Tuhan.
Tuhan ada dalam keseharian Muslim, dari mengucap salam kepada sesama, sampai dengan terketuk hati melihat keindahan di bumi. Bahkan sesorang yang tiba-tiba menyenangi suatu tulisan, tanpa dikomando dia mendoakan penulisnya keberkahan dari Tuhan.

Awal Agama Islam

Di tengah tandus dan gersangnya padang pasir. Pada saat cuaca begitu ekstrem, hanya sedikit varian spesies yang menghuni jazirah Arabia. agama Islam tumbuh. Dibawa oleh Nabi Muhammad yang mendapatkan wahyu kenabian pada 610 masehi. Dibawakan di tengah penduduk Arab yang barbar, hidup jorok sesukanya, kejam kepada perempuan, dan menghuni tempat paling akhir di mana manusia ingin tinggal di bumi.
Hasilnya adalah mahakarya imperium manusia dengan ketinggian peradaban tanpa tanding dan kekayaan kultural mengatasknamakan agama Islam yang membentang dari Maroko Afrika sampai Merauke Indonesia. Bahkan, beberapa pelaut asal Afrika menyebarkannya kepada penduduk asli Amerika, dan berwujud pada suku Cheyenne.
Mengapa Muhammad SAW berhasil? Mengapa agama Islam bisa ditegakkan di muka bumi dengan jumlah 1.5 Milliyar orang pada 2009, dan perkembangan Agama Islam di dunia mencapai 2.9% jauh dari perkembangan penduduk dunia yang hanya 2.3%?
Mengacu kepada sejarah, berkaca kepada bagaimana Islam di perlakukan oleh dominasi Barat, yang menggantikan Islam sebagai musuh sebagai runtuhnya komunisme, agama Islam tetap menjadi pemenangnya. Justru jawaban itu terkandung dalam sisi misterius Islam sendiri.

Agama Islam - Kepercayaan Dasar Islam

Keperacayaan dasar agama Islam bisa dilihat pada dua kalimat persaksian (dua kalimat syahadatain), yakni asyhadu an-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah (Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad Saw. adalah utusan Allah). Sementara itu, jika seseorang meyakini lalu mengucapkan dua kalimat syahadatain, orang tersebut sudah berstatus Muslim atau mualaf.
Umat Muslim yakin bahwa Allah menurunkan Al-qur’an kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai ‘Penutup Para Nabi’ atau Khataman Nabiyyin dan percaya bahwa Al-qur’an dan Sunnah (setiap perkataan dan perbuatan Rasulullah) sebagai sumber fundamental agama Islam. Umat Islam juga tidak memandang Muhammad sebagai pencetus agama baru, tetapi sebagai pembaharu dari keimanan monoteistik Ibrahim, Musa, Isa, dan nabi-nabi lainnya.
Tradisi agama Islam juga mengatakan bahwa agama Yahudi dan agama Kristen sudah menyelewengkan wahyu yang Tuhaan turunkan kepada para nabi dengan cara mengubah teks dan mengenalkan interpretasi baru, atau kedua-duanya dilakukan.
Kaum Muslim percaya dan meyakini bahwa Al-qur’an adalah kitab suci dan pedoman hidup umat Islam yang disampaikan oleh Allah kepada Rasulullah lewat perantara Malaikat Jibril. Dalam suatu ayat, Allah Swt., juga sudah berjanji akan menjaga keaslian Al-qur’an sampai sampai akhir zaman.
Sementara itu, seperti yang terdapat di dalam Al-qur’an, kaum Muslim pun wajib untuk mengimani kitab suci dan firman Allah yang diturunkan sebelum Al-qur’an (Abur, Taurat, Injil, dan suhuf nabi-nabi lainnya) lewat nabi dan rasul yang terdahulu adalah benar adanya. Kaum Muslim pun percaya bahwa selain kitab suci Al-qur’an, semua firman-Nya yang terdahulu sudah mengalami perubahan oleh manusia.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka semua umat Muslim mempercayai bahwa Al-qur-an merupakan satu-satunya kitab Allah Swt., yang benar-benar asli serta merupakan penyempurna kitab-kitab terdahulu.
Umat Muslim percaya bahwa agama yang dipeluk oleh semua nabi dan rasul utusan-Nya sejak zaman nabi Adam adalah agama tauhid, termasuk juga nabi Ibrahim yang menganut ketauhidan secara hanif atau murni imannya dan menjadikannya seorang muslim. Pandangan tersebut meletakkan agama Islam bersama agama Yahudi dan agama Kristen ke dalam rumpun agama yang meyakini Nabi Ibrahim. Di dalam kitab suci Al-qur’an, kaum Yahudi dan kaum Kristen disebut dengan sebutan Ahli Kitab atau Ahlul Kitab.
Hampir seluruh umat Muslin termasuk ke dalam salah satu dari dua mazhab terbesar, yaitu Sunni sebanyak 85 persen dan Syiah sebanyak 15 persen. Agama Islam merupakan agama yang mendominasi di wilayah sepanjang Timur Tengah, sebagian Afrika dan Asia.
Di Cina, Semenanjung Balkan di Eropa Timur, dan Rusia, tgerdapat juga komunitas Muslim yang besar. Selain itu, ada juga komunitas imigran Muslim yang cukup besar di belahan dunia lian, seperti di Eropa Barat.

Agama Islam - Isu-isu Islam

Agama Islam beradaptasi dengan segala kebiasaan suatu bangsa. Prinsipnya mempermudah dan tidak mempersulit. Di Indonesia, agama Islam disebarkan dengan jalan sinkretisme pada budaya asal. Dan itu memudahkan penyebaran yang ramah.
Di Perancis dan beberapa negara Eropa, agama Islam diperkenalkan dengan jalan memberikan wanita kehormatan, sehingga alasan mereka membenci Islam karena agama Islam merendahkan kaum wanita ditepis dengan sendirinya.
Agama Islam pun mampu beradaptasi dengan isu modern di bidang ilmu dan teknologi. Beradaptasi dengan teori kosmologi penciptaan modern, berdasarkan apa yang telah disebutkan dalam Alquran, sebagaimana yang dibahas oleh Ilmuwan seperti Roger Garaudy atau Harun Yahya. Dan mengilhami banyak ilmuwan untuk mengenal anatomi manusia.
Isu lainnya adalah hak asasi manusia yang mampu dijaga kecepatan larinya oleh agama Islam. Sehingga sejauh segala sesuatunya tidak melanggar aqidah, yakni keimanan pada Allah Swt. sebagai Tuhan yang Satu; keimanan terhadap kenabian Muhammad berserta ajaran pokoknya; wilayah akar dan cabang, bisa dinegosiasikan. Dan dunia menjadi semakin warna-warni.
Agama Islam sebagai Agama penutup bisa diartikan seseorang bisa memulainya dengan bukan Islam, dan lantas menjadikan agama Islam sebagai pemberhentian terakhir, tanpa harus demontratif, karena bagi Islam yang pertama dilihat adalah kesungguhan di dalam hati nuraninya sendiri.

0 komentar:

Poskan Komentar