Home » » SEJARAH PERADABAN ISLAM DI DUNIA

SEJARAH PERADABAN ISLAM DI DUNIA

Written By Riki Oke on Senin, 04 Maret 2013 | 10.41

SEJARAH PERADABAN ISLAM DI DUNIA :: Sejarah Peradaban Islam Dunia
Ilustrasi sejarah peradaban islam di dunia
Sejarah peradaban Islam di dunia merupakan salah satu bukti bahwa Islam bukan hanya monopoli negara Arab semata. Namun, agama Islam sudah menyebar hingga belahan dunia yang jauh dari kawasan Arab yang merupakan cikal bakal penyebaran Islam. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang bersifat universal dan bisa diterima oleh aneka ragam kebudayaan lokal.

Sejarah Islam

Usaha penyebarluasan ajaran Islam dari pertama kali muncul hingga saat ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Nabi Muhammad saw beserta pengikutnya mendapatkan berbagai ujian selama menjalani penyebarluasan ajarannya agama ini.
Peperangan yang dialami Nabi Muhammad saw ketika menyebarluaskan ajaran agama islam adalah Perang Badar. Perang ini merupakan peperangan yang terjadi pada 17 Ramadan, hari Jumat tahun 11 Hijriah. Perang ini melibatkan kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy.
Kaum muslimin memiliki jumlah tentara yang jauh lebih sedikit kira-kira 313 sedang kaum kafir berjumlah 1000 yang dipimpin oleh Abu Jahal dan tokoh-tokoh  kafir yang lainnya.
Setiba kaum kafir Quraisy di medan perang dan dua pasukan saling berhadapan, Rosulullah SAW berdoa, ”Ya Alloh,orang-orang Quraisy datang dengan congkak dan sombong untuk memerangi-Mu dan mendustakan Rosul-Mu”.
Perang berakhir dengan kemenangan di pihak kaum muslimin. Dari pihak kaum kafir terbunuh 70 orang, di antaranya tokoh-tokoh mereka, seperti Abu Jahal, Utbah bin Rabi’ah bersama saudaranya yang bernama Syaibah, sera anaknya yang bernama al-Walid, dan 70 orang dari pasukan kafir tertawan.
Dari pihak kaum muslimin yang berasal dari muhajirin gugur 6 orang, yaitu Ubaidah Bin Al-Harits, Umar bin Abi Waqqash, Dzusy-Syimalain, Aqil bin al-Bukair, Mahja, dan Shafwan bin Baidha. Dan 8 orang dari kaum Anshar, yaitu Sa’ad bin Khaltsaimah, Mubasyir bin Abdul Mundzir, Umar bin al-Hamam, Ra’fi bin Ma’la, Haritsah, Bin Suraqali, Auf bin al-Harits, dan Mu’awwaddz bin al-Harirs, serta Yazid bin al-Harits.
Pada tahun ketiga hijriyah ini terjadi Perang Uhud, tepatnya terjadi mulai hari sabtu pertengahan bulan Syawal. Rasulullah Saw menyiapkan para sahabatnya sebagai pasukan bersenjata untuk menghadapi peperangan menangkal serangan kaum kafir.
Beliau memerintahkan 50 regu pemanah supaya tetap pada posisi mereka di atas bukit di bawah pimpinan Abdullah bin Jubair. Kepada mereka, beliau berpesan,”Janganlah kalian meninggalkan posisi kalian”.
Saat masih berlangsung peperangan, mereka menduga bahwa peperangan telah berakhir dengan kemenangan di pihak kaum muslimin. Kekeliruan mereka dimanfaatkan oleh kaum kafir.
Mereka kafir melakukan serangan ketika mengetahui bahwa bukit pertahanan bagian belakang ditingal oleh regu pemanah yang akhirnya semua terbunuh. Sampai mereka berhasil menerobos tempat pertahanan Rasulullah Saw yang akhirnya beliau pun terluka, yaitu gigi gerahamnya patah. Dalam perang uhud ini 70 orang kaum muslimin gugur sebagai Mujahid, mati syahid, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib, pamannya Rasulullah SAW.
Selai  itu, ada perang Hudaibiyah, terjadi disebabkan Rasulullah SAW mimpi memasuki Ka’bah bersama para sahabat dengan aman, dalam keadaan bercukur rambut kepala dan kuku terpotong pendek.
Beberapa waktu kemudian Rasulullah bersama sahabat dan kaum muslimin berangkat dari Madinah menuju Mekah untuk melaksanakan umrah. Akan tetapi, beliau terhalang oleh kaum kafir Quraisy sehingga beliau tidak dapat masuk ke Mekah untuk umrah. Dalam peristiwa ini terjadi Baiatur-Ridwan yang di ikuti oleh para sahabat dan kaum muslimin di bawah pohon kelampis atau samuroh.
Pada peristiwa Hudaibiyah itu, Rasulullah mengadakan perjanjian damai dengan kaum kafir Quraisy, perjanjian yang secara lahirnya menunjukkan kekalahan kaum muslimin, tetapi pada hakikatnya adalah kemenangan dan menambah kekuatan bagi mereka kaum muslimin. Dalam perjanjian tersebut disepakati tiga hal penting, yaitu sebagai berikut.
  • Jika ada orang dari pihak Quraisy yang datang kepada Rasulullah Saw di Madinah, beliau harus mengembalikan pada mereka Quraisy. Sebaliknya, jika ada pengikut Rasulullah yang datang kepada Quraisy, mereka tidak akan mengembalikannya kepada beliau.
  • Peperangan antara kedua pihak dihentikan (gencatan senjata) selama 10 tahununtuk menjamin keamanan bagi semua orang.
  • Rasulullah dan kaum muslimin di tahun itu tidak jadi masuk Mekah untuk berumrah. Kesempatan itu ditangguhkan hingga tahun mendatang.
Pada tahun 8 Hijriyah terjadi perang Mut’ah, perang melawan Romawi. Dalam Perang Mut’ah ini, pasukan kaum muslimin hanya berkekuatan kurang dari sepersepuluh kekuatan Romawi terdesak mundur dan nyaris terkalahkan. Namun, kaum muslimin dapat menghindari kekalahan berkat taktiknya Khalid Bin Walid.
Tabuk adalah sebuah kota di antara Lembah Al-Qura dan Syam. Jarak Tabuk dari Madinah adalah 778 km. Perang Tabuk adalah peperangan terakhir dilakukan Rasulullah Saw. Perang tabuk terjadi pada tahun 9 Hijriyah.
Perang ini disebutkan dalam Al-Qur’an dengan sebutan Sa’ah al-‘Usrah (masa sulit) karena pada tahun ini terjadi musim kemarau, udara sangat panas, bahan pangan dan perbekalan, serta ternak angkutan sangat minim. Rasulullah dan kaum muslimin tinggal di Tabuk kurang lebih sepuluh hari. Namun, karena tidak menjumpai pasukan musuh, beliau pulang kembali ke Madinah, tanpa mengalami bentrokan.
Dalam penelitian sejarah peradaban Islam di dunia, menunjukkan jejak Islam tersebar di beberapa benua. Beberapa wilayah yang terdapat jejak Islam seperti di kawasan Afrika, Spanyol, Mongol atau China, Persia hingga di kawasan Eropa Timur. Di kawasan tersebut, Islam pernah hidup dan menjadi bagian kehidupan masyarakat.
Dalam proses penyebaran ajaran Islam, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa semua prosesnya melalui jalan kekerasan. Bahkan sebaliknya ketika Islam masuk, mereka datang untuk memberikan kehidupan yang lebih baik dari pemerintahan sebelum Islam datang. Seperti memerangi pemerintahan zalim yang menjadi penguasa sebelumnya.
Hal ini terjadi di Afrika dan Spanyol. Dalam sejarah masuknya Islam di dunia ke Afrika, pasukan Islam datang untuk menghentikan kekejaman penguasa saat itu, yaitu Byzantium yang kerap melakukan penyiksaan kepada penduduk Koptik.
Saat itu, Amr bin Ash datang untuk memerangi perilaku penguasa zalim itu. Dan, ketika pemerintahan Islam menggantikan menguasai Afrika, maka semua perbudakan dan pajak yang tinggi dihapuskan. Selain itu, pemerintahan Islam menjamin kebebasan umat agama lain untuk menjalankan ibadah mereka tanpa diganggu.
Bahkan berdasar kesaksian dari Thomas Arnold, melalui bukunya Al Da’wah ila Al Islam, disebutkan bahwa penguasa Islam tidak sedikit pun menjamah kekayaan gereja. Selain itu, tidak ada kriminalitas atas wilayah yang sudah ditaklukkannya.

Jalur Penyebaran Islam

Dalam sejarah peradaban Islam di dunia, ada beberapa jalur yang dipakai untuk memperkenalkan Islam pada masyarakat dunia. Beberapa jalur yang dipakai di antaranya adalah sebagai berikut.
  • Jalur perdagangan. Hal ini dilakukan oleh beberapa kalangan pedagang dari Gujarat yang memang terkenal gemar berdagang hingga wilayah yang sangat jauh.
  • Hubungan diplomatik. Hal ini terwujud dengan adanya permintaan dari beberapa wilayah yang kawasannya ditindas oleh penguasa zalim dan meminta penguasa Islam untuk membantu perlawanan mengatasi penjajah. Hal ini sebagaimana yang terjadi dalam proses masuknya Islam di kawasan Spanyol.
  • Jalur pendidikan. Banyak ilmuwan Islam yang berkelana dan menularkan ilmu yang mereka miliki dari hasil mempelajari Al Qur’an. Salah satu tokoh Islam yang sangat terkenal hingga kawasan Eropa karena kemampuannya di bidang ilmu kedokteran adalah Ibnu Sina yang di Eropa dikenal dengan nama Avecina.
  • Seni bangunan. Hal ini terlihat dari adanya beberapa bangunan yang bercorak Islam yang berada di berbagai belahan penjuru dunia. Salah satunya adalah bangunan Taj Mahal di India yang bentuknya menyerupai bangunan masjid-masjid Islam.
Di dunia peninggalan sejarah Islam bisa kita temui, di antaranya adalah bejana kaca setinggi 37 cm, peninggalan tahun 1300 saat Dinasi Mamluk, Siria. Kemudian ada beja perunggu setinggi 16,5 cm, peninggalan abad 12 saat Dinasti Seljuk, Persia berkuasa.
Perhiasan dari butiran-butiran benang emas sepanjang 7 cm peninggalan abad 11 dari Siria, saat Dinasti Fatimid berkuasa. Ada pula pada pertengahan abad ke-15 dari Dinasti Mamluk berupa hiasan gading yang ditatahkan pada kayu ukuran 9,5 cm x 5,8 cm.
Peninggalan lain dari Dinasti Seljuk, Persia, abad ke-12 adalah kaki-kaki menyerupai kaki meja setinggi 48.3 cm terbuat dari perunggu. Dinasti Mamluk dari Siria, juga meninggalkan teko yang terbuat dari kaca, kemudian Dinasti Seljuk meninggalkan teko berukir dari bahan keramik berwana hijau dan biru setinggi 27 cm.
Perhiasan batu pirus pada cincin emas setinggi 3,2 cm peninggalan lain Dinasti Seljuk, Persia dari abad ke-12 termasuk artifak yang bernilai tinggi yang menjadi kekayaan milik sejarah Islam dunia.
Banyak sekali sejarah peradaban Islam di dunia yang sampai saat ini dapat kita lihat dan kita nikmati. Begitu pun dengan ajaran Islam yang menyebar di nusantara ini semakin hari semakin berkembang.

0 komentar:

Poskan Komentar